Inilah Kisat Seorang Astronot Muslim yang Pertama Kali Sholat di Luar Angkasa !

Posted by Bella Putri


ANEH92: Sholat adalah kewajiban bagi semua muslimin, dan sholat merupakan rukun islam yang kedua. Bagi umat islam sholat bisa dilakukan di mana saja, asalkan tempaat itu bersih dan suci. Namun, pernahkan anda bayangkan jika sholat di luar angkasa. Mari simak kisah astronot yang pernah sholat di angkasa berikut ini. Seperti yang di kutip dari viva

Pada 17 Juni 1985 silam, pesawat Discovery mengangkasa dari Kennedy Space Center, Amerika Serikat. pesawat bermesin roket itu membawa tujuh awak di dalamnya.Salah satunya yakni Pangeran Arab Saudi, Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang menjadi Muslim pertama yang pergi ke ruang angkasa. Misi yang berlangsung selama sepekan, satu jam, 38 menit dan 52 detik tersebut membawa sebuah satelit untuk Arab Satellite Communications Organization (Arabsat).

Pangeran Saudi tersebut menjelajah ke titik 4,67 juta KM dari Bumi menuju ke tempat yang tak pernah dijelejah saudara sebangsanya. Pangeran Saudi mengaku takjub dengan Kebesaran Allah SWT usai melihat Bumi dari luar angkasa. “Di sana kita baru menyadari betapa kecilnya manusia. Kita hanyalah ‘setitik debu’ di Alam Semesta,” beber ia, demikian dilansir dari Space.com. Putra Raja Salman yang sekarang bertakhta mengakui, detik-detik saat ia mengangkasa membuat detak jantungnya berdecak keras.

“Bila seseorang berkata momentum tersebut tak menakutkan, sudah pasti ia bohong. Saya berdoa setiap saat. Peluncuran dan pendaratan menjadi saat-saat yang mendebarkan.”
Sebagai seorang Muslim, Sultan merupakan manusia pertama yang salat serta melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dalam kondisi nol gravitasi.

Sholat di Luar Angkasa

Sultan menuturkan, bahwa Muslim bisa berdoa kapan pun. “Menghadap ke segala arah. Seperti di pesawat luar angkasa, Anda tahu, kita tidak bisa benar-benar menghadap ke Mekah. Ke kiblat,” terang ia.

Namun demikian, tak mudah untuk bisa melakukan gerakan salat. “Saya harus mengikat kaki saya agar bisa sujud. Tapi, itu tak bisa dilakukan dengan sempurna karena kurangnya gravitasi.”

Dalam kondisi bepergian jauh, seorang muslim mendapat keringanan dalam beribadah. “Sebagai musafir, saya salat tiga kali sehari, bukan lima kali. Dan saya salat berdasarkan waktu Florida, ketika pesawat kami mengangkasa.”
Menariknya, misi ke luar angkasa tersebut bertepatan dengan bulan Ramadan. “Jadi, saya juga manusia pertama yang berpuasa Ramadan di luar angkasa.”  

Gimana ssetelah anda membaca kisah astonot yang pertama sholat di luar angkasa ? Apakah anda berminat untuk mencoba sholat di luar angkasa ?

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar