Inilah 5 Mitos Paling Ekstrem yang Masih Dipercayai Sampai Saat Ini

Posted by Bella Putri


ANEH92: Perkembangan teknolgi semakin hari semakin canggih. Namun, kebanyakkan orang masih mempercayai sesuaitu yang tidak logis dikehidupan modern ini. Baik itu mistis, ghaib, mitos dan sebagainya. Bahkan, mitos masih menjadi bahasan yang menarik dalam kehidupan sehari-hari yang keberadaanya terkadang masih sangat di yakini sebagian orang.

Seperti yang dikutip aneh92 dari liputan6, Khususnya orang-orang Indonesia yang masih mempercayai mitos-mitos yang di turunkan oleh orangtuanya dahulu. Misal, mitos tentang tidak boleh makan di depan pintu agar tidak sulit mendapatkan jodoh, mitos kupu-kupu yang terbang di dalam rumah yang di percayai sebagai pertanda akan ada tamu yang datang dan sebagainya. Mitos di indonesia terbagi dalam beberapa hal, baik itu biasa-biasa saja, hingga yang ekstrem dan mengerikan.

Hingga saampai sekarang mitos masih banyak dipercaya dimasytarakat moden. Ada beberapa mitos yang mengerikan, inilah mitosnya:

1. Jangan Menetesi Darah Orang Mati Dengan Air Jeruk

Ada sebuah mitos yang beredar di masyarakat tentang larangan untuk tidak memberikan tetesan jeruk ke darah orang yang sudah meninggal. Katanya, hal ini akan menyakitkan mereka yang sudah mati dan sebagai gantinya akan ganti menuntut balas kepada pelakunya. Terdengar seperti omong kosong, namun hal ini memang benar terjadi.

Ya, pernah ada orang-orang iseng yang menetesi darah bekas tabrakan dengan air jeruk. Tak lama, terdengar seperti suara erangan yang tahu dari mana asalnya. Lalu berselang beberapa hari kemudian, pelakunya tewas dengan cara yang sama di tempat yang sama pula. Sarannya, meskipun terdengar sangat tidak masuk akal, jangan pernah mencoba melanggar mitos satu ini.

2. Hindari Membawa Telur Ayam Kampung Melewati Hutan di Malam Hari

Mitos ini konon sangat terkenal di Kalimantan. Ya, banyak orang yang sering diwanti-wanti untuk tidak membawa telur ayam kampung dan melewati hutan pada waktu malam hari. Alasannya sendiri telur tersebut mungkin saja akan diincar oleh makhluk halus penjaga hutan tersebut.

Cerita ini pernah terjadi beberapa tahun silam. Ketika itu ada dua orang pemuda rantauan yang baru saja pulang dari sebuah pasar. Seperti yang kita tahu, di Kalimantan akses memang agak sedikit susah. Nah, kebetulan ketika itu pasar memang jauh sekali dan harus melewati hutan. Dua orang pemuda ini membeli kebutuhan sehari-hari termasuk pula beberapa butir ayam kampung.

Sebenarnya keduanya sudah sering mendengar mitos tersebut. Hanya saja pertimbangannya lantaran jauh dan makan waktu jika harus balik lagi keesokan harinya hanya untuk membeli sebuah telur. Mereka pun pulang melewati sebuah hutan, dan tak sampai beberapa menit kejadian gaib langsung terjadi. Keduanya diganggu oleh sesosok makhluk putih hingga motor yang dikendarai jatuh. Ngerinya, saat itu makhluk tersebut nampak mengorek belanjaan dan memakan telur tersebut dengan menjijikkan.

3. Jangan Melangkahi Pohon Bambu yang Menunduk Saat Magrib

Mitos orang Jawa ini masih dipercaya hingga sekarang, dan sepertinya tak perlu untuk dibuktikan kebenarannya. Melangkahi bambu yang merunduk saat magrib konon akan membuat kita menghilang. Menghilang dalam artian diculik oleh makhluk halus dan mungkin takkan pernah kembali.

4. Jangan Pernah Menyanyikan Tembang Durma

Tembang Durma atau lengkapnya Durma Macapat adalah sebuah bait lagu Jawa yang mengandung unsur magis tertentu. Banyak mitos yang beredar soal lagu ini yang isinya adalah larangan untuk menyanyikannya. Pasalnya, bait ini konon sangat disukai makhluk halus. Parahnya lagi, barang siapa yang sekali menyanyikannya maka takkan mudah untuk lepas begitu saja.

5. Jangan Menghina Patung-Patung Kayu di Kalimantan

Ketika kita singgah di daerah Kalimantan terutama yang pinggiran, maka kita akan menjumpai rumah-rumah yang di depannya ada semacam patung kayu. Nah mitosnya, jangan sekali-kali menghina patung ini. Pasalnya, si patung tersebut mungkin akan menganggu si pengumpatnya ke mana pun pergi.

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar