Parah, Ternyata Inilah Alasan 3 Tersangka Bunuh Eno Dengan Cangkul !

Posted by Bella Putri


ANEH92: Akhirnya tersangka pemerkosaan dan pembunuhan yang sangat sadis Eno Fariah ( 18 ) angkat bicara. Ketiga tersangka gelap mata menghabisi nyawa Eno karena bermacam-macam alasan mulai dari dikatai jelek hingga cinta tak terbalas.

Ketiga tersanga bernama Rahmat Arifin alias Arif (23), Imam Harpiadi (23) dan RAL (15) memiliki motif yang berbeda-beda. Namun, ketiga tersangka memiliki kesamaan, yaitu dendam kepada korban yang mereka habisi nyawanya.

Seperti yang dikutip aneh92 dari detik, tersangka Rahmat Arifin alias Arif (23) adalah teman kerja korban di pabrik yang sama di mana korban bekerja di PT PGM, Dadap, Kosambi, Tangerang. Arif bekerja sebagai helper, sementara korban bekerja dengan posisi operator.

"Saya kalap saja. Jengkel karena dikatain 'pahit, jelek'. Tiap kerja, tiap lewat. Sering kerja bareng. Dia kan operator di atas, saya helper, kadang bercanda," ujar Arif saat ditemui di ruang penyidik, Rabu (18/5/2016).

Ternyata tersangka menyimpan rasa sakit hati yang amat mendalam kepada korban yang akhirnya meledak. Sampai ada kesempatan masuk ke dalam mes korban ketika mendapati tersangka RAL di depan mes korban, akhirnya Arif langsung melampiaskan kekesalannya itu pada korban.

"Enggak tahu, pokoknya pikiran sudah kalaplah. Pikiran kosong, sudah enggak mikirin apa-apa, intinya pengin masukin (gagang cangkul) saja. Kalap saja," kata Arif menjelaskan soal mengapa harus memasukkan gagang cangkul ke organ dalam korban.

Lalu, tersangka Imam juga mengaku sangat kesal terhadap korban. Buruh di sebuah pabrik paralon itu mengaku membunuh korban lantaran sakit hati cintanya tidak terbalas.

"Jatuh cinta sama korban, sedikit. Nggak pernah ngobrol," ujar Imam.

Imam bahkan saat pergi dari rumahnya sudah membawa sebuah garpu yang kemudian digunakan untuk menyiksa korban. Imam saat itu berperan memegangi tangan korban dan membekap wajah korban dengan bantal.

Imam bahkan baru mengenal korban selama 2 minggu. Imam kerap menghubungi korban via SMS dengan rayuan-rayuannya, namun tidak pernah dibalas korban.

"Dapat nomor hape korban dari temen temennya korban. Sering SMS tapi enggak pernah dibalas," imbuh Imam. 

Lain lagi dengan RAL. Dia yang sempat bercumbu dengan korban, mengaku ikut membunuh karena kecewa dengan penolakan korban ketika mengajak berhubungan badan.

"Saya kecewa saja ditolak sama dia pas mau berhubungan badan," ujar RAL, seorang pelajar SMP kelas 2 yang dikenal korban lewat medsos.

Sungguh menyedihkan indonesia kita tercinta ini, semoga kedepan kejadian serupa tidak terulang kembali. Apalagi tersangka yang dibawah umur. 

{ 0 comments... or add one}


Posting Komentar